#Review Novel (Surga Yang Tak Dirindukan)



Judul: Surga yang tak dirindukan
Penulis: Asma Nadia
Penerbit: AsmaNadia Publishing House
Dimensi: xii + 308 hlm, 20.5 cm, cetakan keempat Juni 2014
ISBN: 978 602 9055 21 4

"Jika cinta bisa membuat seorang perempuan setia pada satu lelaki, kenapa cinta tidak cukup membuat lelaki bertahan dengan satu perempuan?"
Kalimat diatas adalah salah satu kutipan favorit saya dari novel Surga yang Tak Dirindukan. Novel yang awalnya berjudul Istana Kedua ini bertemakan tentang poligami. Awalnya saya kurang tertarik untuk membacanya, karena temanya sendiri yang kurang sreg di hati dan ditambah lagi saya belum berkeluarga, dan belum juga akan menikah. Tapi, setelah melihat review-review mengenai novel ini, saya pun tertarik untuk membacanya. Ditambah lagi novel ini baru saja difilm kan, dan kebetulan saya juga sudah menonton filmnya.
Saya sangat menikmati alur cerita yang dibuat oleh Mbak Asma Nadia. Jujur, sebelum membaca karya Mbak Asma Nadia yang satu ini, pikiran saya masih tertutup dan buntu. Saya hanya berpikir satu-satunya alasan bahwa laki-laki yang melakukan poligami itu hanya mengikuti nafsunya saja. Saya juga berpikir bahwa yang menjadi korban dalam poligami itu hanyalah istri pertama. Ternyata saya keliru.
Isu poligami dalam novel ini diangkat dari sisi agama dan kultural di Indonesia. Sudut pandang yang digunakan diambil dari ketiga tokohnya, jadi tidak hanya dari kacamata istri pertama, tapi juga dari kacamata sang suami dan kacamata istri kedua. Sehingga kita tidak hanya tahu apa yang dirasakan oleh istri pertama yang dipoligami, namun kita juga bisa tahu apa yang dirasakan oleh sang suami dan istri kedua.
Alur yang ada di novel dan di film juga berbeda. Di novel, endingnya terbuka, pembaca dibebaskan untuk menginterpretasikan sendiri, sedangkan di film endingnya jelas bahwa Mei Rose, sang istri kedua memilih untuk pergi dan memberikan kebahagiaan kembali pada Arini dan Pras.  Novel ini memang penuh pro dan kontra. Semuanya diserahkan bagaimana pembaca menginterpretasikan mau pro atau kontra terhadap poligami.
Overall saya suka dengan ceritanya. Saya beri 4 dari 5 bintang untuk buku ini. Sangat bermanfaat buat semua wanita, baik yang belum, yang akan, atau yang telah menikah.
Terakhir, ada satu kutipan favorit lagi dari novel ini.
"Aku telah merampas sesuatu yang paling berharga dari hidupnya. Dan sangat wajar jika perempuan ini datang dengan segunung lahar api. Hm… Koreksi. Aku tidak merampas apa pun, aku hanya memaksanya berbagi." - Mei Rose

Komentar